Masalah yang sering di alami oleh remaja dan bagaimana solusinya

Masa remaja adalah masa di mana remaja dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri. Seperti perubahan fisik, emosional, dan sosial mereka, yang mana perubahan tersebut akan berbenturan dengan adanya pengaruh dari lingkungan sekitarnya.Di usia remaja akan banyak masalah dan tekanan yang akan dialami berkaitan dengan perubahan tersebut. Akhir-akhir ini banyak permasalahan remaja yang kerap muncul, permasalahan itu menjadi sangat kompleks dan memiliki dampak yang sangat buruk. Berikut beberapa permasalahan yang sering dihadapi remaja:
      
      1.Adanya Cyber Bulling

    
Media sosial yang awalnya menjadi media untuk saling berbagi informasi justru kini menjadi media berbagi caci maki. Tindakan cyber bullying dapat dilakukan siapa saja melalui media sosial dan dapat pula dialami siapa saja, tak terkecuali remaja.
Sebaiknya Anda sebagai orang tua berusaha mengontrol aktivitas anak di dunia maya, siapa saja yang menjadi teman-temannya dan siapa yang dikenalnya melalui media sosial. Beri mereka pengetahuan mengenai media sosial dan bagaimana menggunakan media tersebut secara bijak.
           
      2.SeksBebas

Seks bebas merupakan permasalah remaja yang saat ini banyak terjadi. Hal ini akibat dari rasa ingin tahu remaja yang sangat besar yang tak diimbangi pengetahuan, dan mereka mencari informasi terkait seks melalui teman sebaya atau lewat internet. Sehingga berakibat fatal, justru mereka melakukan tindakan seks tersebut sebelum waktunya.
Sebaiknya hal ini Anda antisipasi sejak dini. Kenalkan pendidikan seks sejak dini. Selain itu di sekolah juga harus diajarkan mengenai pendidikan seks namun masih dalam koridor pengetahuan. Selalu dampingi anak Anda saat melihat televisi, majalah, atau membuka internet. Sebaiknya remaja bertanya langsung pada orang tua, guru, atau dokter mengenai seks sehingga tak keliru dan terjerumus pada seks bebas.
      3.Minuman Keras Rokok Dan Narkoba

Masalah remaja yang satu ini sangat serius. Adanya sifat remaja yang mudah terpengaruh, selalu ingin tahu, dan ingin mencoba-coba dapat membawa dampak buruk bila di dekat mereka terdapat hal negatif seperti rokok, narkoba dan miras. Jika lingkungan di sekitar mereka demikian bisa jadi akan berimbas pada remaja tersebut.
Sebaiknya orang tua selalu memberi pengawasan kepada anak remajanya, bukan berarti 24jam menunggui-nya. Namun Anda dapat bangun komunikasi yang baik dengan si anak, mejadi sahabat mereka akan mempermudah Anda memasukkan perlahan-lahan nasehat dan pengertian akan hal yang positif dan negatif yang ada di sekitar mereka saat mereka terbuka untuk bercerita dengan Anda.

4.Masalah di sekolah dan di keluarga

Masalah di sekolah dan keluarga kerap melatarbelakangi permasalahan remaja itu sendiri. Bisa jadi si anak merasa tak nyaman berada di rumah karena kurangnya perhatian orang tua yang sibuk bekerja. Bahkan bisa jadi si remaja ini mengalami masalah dengan teman di sekolahnya. Masalah di sekolah bisa jadi karena si remaja ini mengalami bullying. 
Sebaiknya untuk mengatasi permasalahan remaja ini, harus ada pembicaraan serius antara pihak sekolah juga orang tua, dan melakukan komunikasi dengan remaja.

5.Masalah Dengan Teman 

Jatuh cinta tidak selalu berjuta rasanya, karena banyak lika liku yang dihadapi. Jangan anggap remeh urusan patah hati, karena moment itu bisa membuka pintu berbagai persoalan yang selama ini ditekan, disembunyikan, diabaikan, dsb. Dengan catatan, jika di masa sebelumnya, remaja sudah punya persoalan tersendiri yg kompleks tapi di-repress habis.

6.Masalah Dengan Teman

Remaja sering dipusingkan dengan teman-teman sendiri. Di satu pihak mereka sangat butuh teman untuk jadi tempat curhat, ketawa ketiwi, rame bareng, main, gaul, atau jadi kebanggaan tersendiri kalau bisa gabung dengan teman-teman itu. Tapi di lain pihak, teman-teman yang sama bisa jadi persoalan ketika mulai ada ketidaksamaan yang sulit dijembatani tanpa menipu diri.

7.Masalah Cinta

Jatuh cinta tidak selalu berjuta rasanya, karena banyak lika liku yang dihadapi. Jangan anggap remeh urusan patah hati, karena moment itu bisa membuka pintu berbagai persoalan yang selama ini ditekan, disembunyikan, diabaikan, dsb. Dengan catatan, jika di masa sebelumnya, remaja sudah punya persoalan tersendiri yg kompleks tapi di-repress habis.

8.Masalah Akademik

Setiap remaja pasti ingin naik kelas, bahkan kalau bisa jadi juara. Tapi tidak mudah dapat nilai baik, selain pelajarannya sulit, disiplin diri lebih sulit lagi. Bellum lagi kalau banyak tugas kelompok dan tugas praktikum bagi yang sudah di SMU atau kuliah.kompetisi di sekolah, bisa menjadi motivator namun ada yang menganggapnya sebagai ancaman.

9.Masalah Dengan Orang Tua Dan Keluarga Lain

Generation gap membuat komunikasi anak dengan orang tua sering on off bahkan kurang nyambung. Beda perspektif, beda pendapat, beda kesenangan, beda kebiasaan, dsb. Selain itu, remaja sering bersitegang dengan orangtua, merasa kurang dimengerti dan terpaksa nurut karena takut. Belum lagi jika orangtua atau anggota keluarga lain yg serumah mengalami masalah berat sampai berpengaruh pada yang lain.

10.Masalah eating disorder(Gangguan Makan)

Masalah kesehatan juga jadi perhatian penting yang sering dialami remaja. Salah satunya adalah gangguan makan. Malah, eating disorder ini jadi masalah kesehatan utama yang sering dihadapi remaja. Tuntutan untuk kurus membuat kita melakukan diet yang salah dan berujung ke eating disorder ini. Setelah mendapatkan tanda-tanda eating disorder, kita ahrus segera menyikapinya. Kunjungi dokter untuk tahu pola diet sehat yang bisa diterapkan.


Apa yang bisa dilakukan remaja jika dirinya mengalami masalah?

1. Diskusikan dengan orang yang tepat
Teman tidak selalu pihak yang tepat, apalagi jika hanya mengkonfirmasi hal-hal yang ingin di dengar. Teman seperti ini, hanya menambah pikiran dan beban emosional, tapi belum tentu punya solusi. Carilah orang yang mungkin saja punya pendapat dan jalan pikiran yang beda. Perbedaan itu membuat otak berpikir kritis dalam membaca persoalan, sehingga sedikit demi sedikit diperoleh gambaran yang obyektif akan apa yang sebenarnya terjadi. Cara ini membantu menentukan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan.
Hanya, ada catatan penting, bahwa pola ini efektif membawa hasil jika ada kerendahan hati untuk mau mengakui dan bisa melihat sikap/tindakan diri sendiri yang menyebabkan terjadinya masalah. Sikap defensive, membuat apapun saran dan tawaran solusi, mental. Sebaliknya, sikap defensive, baik itu berupa keengganan menerima kritik, malu kalau kelihatan kurangnya, sehingga menutup diri atau diam-diam saja seolah tidak terjadi apa-apa, membuat masalah tidak selesai, meski dengan berlalunya waktu. Waktu tidak menyelesaikan persoalan.

2. Lakukan tanggung jawab kita
Tanggung jawab harian kita, adalah obat mujarab bagi setiap persoalan. Tanpa kegiatan, energy stuck, pikiran buntu, emosi membludak, kecemasan meningkat, kecurigaan dan pikiran negatif bertambah. Jadi, apa yang harus dilakukan, lakukanlah sebaik mungkin, seoptimal mungkin, bukan demi orang lain, tapi itu adalah anak tangga menuju jalan keluar dan kunci memelihara stamina mental serta memberikan therapeutic effect. Jadi, jangan hindari apalagi hentikan kegiatan yang jadi tugas kita dengan dalih ‘sedang tidak mood’.

3. Jalani hobi dan kegiatan positif
Seperti uraian di atas, menekuni hobi adalah kegiatan nurturing our soul. Melepaskan tekanan, mengelola emosi dan menenangkan batin. Kita bisa berdialog dengan diri sendiri dan bahkan mendengarkan petunjuk bijak Tuhan, justru saat asik mengerjakan hobi.

4. Berinisiatif untuk mencari solusi dan realisasikan dalam tindakan
Bergerak dan mengusahakan sekecil apapun tindakan, akan membawa perbedaan besar. Meskipun usahanya mentok, bukan berarti gagal, malah memberi pengetahuan baru bahwa perlu cara lain untuk melangkah berikutnya.

5. Membuka diri, mau melihat sisi lainIbarat belajar, jangan hanya membaca dari 1 buku atau 1 orang dan menganggap itu satu-satunya yang paling baik dan benar. Coba cari teori dan penjelasan lain tentang masalah yang dihadapi, bisa dengan bertanya pada profesional yang accessible, baik secara langsung maupun tak langsung (lewat email/internet) banyak web site yang menyediakan informasi yang dibutuhkan remaja untuk membantunya memahami, apa sih yang sebenarnya terjadi.

6. Membuka akses komunikasi yang baruMembuka jalur-jalur komunikasi yang baru, merintis jalur kegiatan baru dan membuka diri terhadap orang-orang yang punya kepribadian positif. Remaja bisa banyak belajar dari orang-orang yang jauh lebih matang dalam kepribadian dan pengalaman; karena orang-orang itu juga pernah jadi remaja dan mengatasi kompleksitas kehidupan mereka saat itu.

7. Merubah kebiasaanTanpa sadar, banyak dari kebiasaan dan rutinitas yang malah memacetkan pertumbuhan kedewasaan dan penemuan diri. Rutinitas memang membuat nyaman, tapi jadi tidak sehat kalau kita takut merubah kebiasaan hanya karena takut kehilangan kenyamanan atau cemas menghadapi ketidakpastian dari sesuatu yang baru.

8. Berhenti meracuni diri sendiriBanyak orang yang ketika sedang emosional, punya kebiasaan meracuni diri sendiri. Merokok, minum, narkoba, bahkan overeating atau malah tidak mau makan sama sekali, adalah tindakan meracuni diri. Tidak hanya itu,entertaining asumsi buruk, kecurigaan terhadap orang lain, berpikir negative tentang diri sendiri, memendam marah, sakit hati, sedih, benci dan iri, adalah bentuk lain dari meracuni diri. Berbagai hal itu perlu di kelola dan di buang dengan cara yang tepat dan sehat, supaya tidak berdampak negative buat diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling kita. Istilah kerennya, GIGO – garbage in, garbage out. Kalau yang dimasukkan buruk, maka yang keluar juga buruk, pikiran buruk akan menghasilkan tindakan buruk, tindakan buruk akan menghasilkan reaksi buruk dari sekeliling. Mulailah bertindak selektif, kalau tidak positif – ya untuk apa di lakukan kalau nantinya hanya merugikan diri sendiri, apalagi orang lain.

9. Berpikir PositifPrinsip yang harus di yakini, bahwa selama hidupnya, manusia pasti menghadapi masalah karena dari masalah kita belajar menjadi bijak, pandai dan dewasa. Jadi, krisis dan masalah bukanlah akhir dari segalanya, tapi awal dari perjalanan, bekal dalam menempuh petualangan hidup. Carilah segi positif dari masalah yang sedang dihadapi, pasti ada manfaat di balik semua ini. Orang mengatakan “blessing in disguise”.

10. Bantulah orang lain!Setiap orang pasti punya masalah, berat ringannya tergantung persepsi dan kemampuan masing-masing. Kita suka menganggap masalah kita yang paling berat, padahal banyak masalah teman-teman dan orang di sekeliling kita yang punya masalah jauh lebih berat. Kita tidak tahu karena kita tidak cukup membuka diri terhadap mereka, menyediakan diri untuk memahami kehidupan mereka. Pikiran kita terfokus pada masalah kita sendiri sampai tidak tahu kalau ada teman yang kesusahan atau tetangga yang perlu bantuan. Nah, buatlah diri kita berarti bagi orang lain. Tidak usah harus menjadi pahlawan, lakukan saja apa yang semestinya dan bisa kita lakukan untuk meringankan beban hidup orang lain. Kita bahagia kalau kita bisa membantu orang lain. Bukankah kita hidup di dunia ini untuk bisa membawa kebaikan dan berkah bagi sesama?Meskipun masalah remaja begitu kompleks, namun di dunia ini juga sudah tersedia jawaban dan solusinya. Kuncinya, remaja perlu bereksplorasi dan proaktif dalam menempuh petualangan hidupnya. Ketakutan dan berbagai perasaan itu pasti ada, tapi jangan sampai dijadikan alasan untuk berhenti berjalan. Persoalan saat ini jangan menjadi akhir dari segalanya. Perjalanan hidup masih panjang, masih banyak petualangan menarik untuk dilalui. Pandai-pandai mengelola perasaan dan persoalan selama berpetualang, sementara jangan kehilangan focus ke masa depan. Teruslah melangkah dan nikmati setiap moment dalam hidup ini sebagai anugerah kehidupan.

Mengetahui permasalahan remaja sejak dini dan segera melakukan tindakan antisipasi sehingga tak berlanjut pada permasalahan remaja yang kompleks seperti yang telah disebutkan di atas.

SEMOGA BERMANFAAT

Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah perjuangan

Masa Remaja

Hal yang harus di hindari ketika berumur 20 tahun