Pemicu masalah dalam cinta remaja


Bagi para remaja, cinta bisa menjadi perkara yang amat penting. Kadang hal ini menjadi prioritas utama mereka yang mengalahkan urusan sekolah dan hubungan dengan orangtua. Remaja cenderung menghadapi cinta dengan lebih agresif dan total. Tapi, bukan berarti kehidupan cinta mereka selalu berjalan mulus dan happy endingBila kita perhatikan, ada satu hal yang sama yang dialami oleh setiap pasangan. Hal itu adalah masalah. Setiap pasangan akan menghadapi masalah yang sebenarnya bertujuan untuk mengukuhkan hubungan mereka bila mampu melewatinya.
Ada beberapa masalah yang selalu dialami oleh pasangan. Bahkan sebelum berpacaran dan menikah, mereka akan mengalami masalah ini. Nah, tidak ada salahnya Anda simak mengenai masalah cinta yang sering dialami oleh pasangan berikut ini. Setidaknya bisa membantu Anda untuk lebih siap menghadapi masalah yang akan melanda hubungan Anda.ada beberapa hal masalah dalam cinta remaja.

1. Pendidikan

Bagi remaja, tingginya tingkat pendidikan pasangan cukup penting. Mereka merasa lebih puas atau bangga apabila mereka memiliki pacar yang tingkat pendidikannya lebih tinggi dari mereka. Misalnya, pacaran dengan senior di sekolah. Ini bisa jadi nilai plus, terutama jika mereka ingin dikenal oleh teman setingkat, senior, bahkan para guru.
Ada juga remaja yang memilih pasangan usianya berbeda beberapa tahun. Misalnya, anak SMP yang berpacaran dengan anak SMA atau mahasiswa karena mereka merasa lebih dewasa dari teman-teman seumuran mereka. Sayangnya, karena mereka terlalu mementingkan pacaran, kewajiban belajar seringkali terbengkalai.
2. Status sosial

Sekarang ini, status sosial sangat penting bagi remaja. Seringkali remaja mencoba membentuk kesan diri bahwa dirinya ‘berada’ di depan pacar mereka agar dapat dianggap keren dan lebih dihargai. Akibatnya, mereka cenderung berbohong dan memaksakan diri.
Misalnya, remaja memaksa orangtua mereka untuk membelikan perangkat elektronik tercanggih atau barang-barang terkini seperti baju, sepatu, tas, dll. Selain merugikan orangtua, hal ini menjadi masalah besar ketika keadaan sosial mereka yang sebenarnya terungkap.
3. Kurangnya kedewasaan

Pada dasarnya, usia 13-16 tahun masih belum cukup dewasa secara psikologis untuk membina hubungan yang serius. Kenyataannya, banyak yang belum bisa membedakan antara rasa suka dan kagum. Selain itu, kedewasaan emosi mereka pun belum cukup matang. Karena itu, ketika mengalami penolakan cinta attau putus cinta, mereka menjadi depresi dan sedih yang berlarut-larut.

4. Keinginan untuk diperlakukan spesial
Dalam percintaan remaja, keinginan untuk menonjolkan bahwa mereka berpacaran sangat kuat, terutama bagi para gadis. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan perilaku seperti ingin bergandengan tangan ketika berjalan bersama, ingin diantar-jemput oleh sang pacar, dan sebagainya.
Sayangnya, hal ini sering dilakukan secara berlebihan sehingga membuat sang pacar dan orang di sekitar mereka merasa risih.

5. Masalah Komunikasi

Sebagian besar masalah cinta diawali dengan komunikasi yang buruk. Mungkin Anda dan dia saling bicara seharian, namun tidak benar-benar membahas apa yang perlu dibicarakan sesungguhnya. Jangan sering menghindar membahas masalah serius. Hal ini akan membuat Anda dan dia semakin mudah tersinggung dan melimpahkan kesalahan satu sama lain.


5. Jenuh

Bila suatu hubungan mengalami kejenuhan, hal itu menandakan bahwa hubungan ini sedang tidak bergerak ke manapun, bahkan bisa jadi mundur bila tidak ditolong. Cara untuk mengatasi masa ini adalah dengan melakukan hal yang berbeda atau menjalankan sebuah rencana jangka pendek maupun dekat tentang hubungan Anda. Dengan begitu, hubungan Anda akan menjadi penuh geliat dan lebih menggairahkan.

Itulah beberapa masalah dalam masalah percintaan remaja,kalau bisa jauhi masalah-masalah tersebut.


Comments

Popular posts from this blog

Hidup adalah perjuangan

Masa Remaja

Hal yang harus di hindari ketika berumur 20 tahun